*** SELAMAT DATANG *** Ini adalah blog pribadi yang dikelola secara independen oleh Netter desa Mintobasuki kec. Gabus kab. Pati. Blog Mintobasuki Gabus Pati bukanlah blog resmi pemerintahan desa Mintobasuki. Blog ini tidak ada hubungan dalam bentuk apa pun dengan organisasi, kelompok dan kepentingan tertentu di desa Mintobasuki. Artikel-artikel yang disajikan adalah tulisan lepas yang berisi uneg-uneg, ide, pemikiran, opini pribadi penulis dan pernik-pernik terkait desa Mintobasuki.

Area Persawahan di sebelah timur Desa Mintobasuki

Lahan pertanian yang cukup luas membentang di bagian timur desa. Hasil pertanian yang dihasilkan antara lain padi, jagung, kacang-kacangan dan beraneka ragam sayuran.

Kali Tambak untuk sarana irigasi pertanian

Sungai kecil yang membujur di sebelah timur desa yang berhulu di Sungai Silugonggo memiliki arti penting sebagai sarana irigasi.

Pesona desa Mintobasuki

Nuansa alam desa yang nyaman, udara yang segar, pemandangan yang indah menjadikan desa Mintobasuki kian anggun dan menyimpan pesona tersendiri.

Sektor pertanian yang perlu dikembangkan

Mintobasuki memiliki lahan pertanian sekitar 90 Hektar terdiri atas lahan basah dan kering. Oleh karenanya perlu ada upaya yang matang untuk mengembangkan sektor ini. Selain itu, pertanian menjadi mata pencaharian sebagian besar warga Mintobasuki sampai saat ini.

Sarana peribadahan yang cukup memadai

Desa Mintobasuki memiliki 5 Musholla dan 1 Masjid Agung Al-Amin yang saat ini dalam tahap pembangunan. Dengan adanya sarana penunjang yang cukup memadai ini diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan warga dalam beribadah.

Pertanian merupakan mata pencaharian mayoritas warga

Sektor pertanian tetap menjadi mata pencaharian dan primadona bagi masyarakat desa Mintobasuki, meski dengan seiring bertambahnya waktu, profesi dan mata pencaharian warga kian heterogen.

Sektor Perikanan di Mintobasuki

Sungai Silugonggo yang bermuara ke laut utara ternyata memberi berkah tersendiri bagi warga Mintobasuki. Hasil tangkapan ikannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup warga yang berprofesi sebagai nelayan.

Jumat, 14 September 2018

Ada Apa dengan Bimbel TA Mintobasuki?

Assalamu 'alaikum wa rahmatullohi wa barakatuh,

Beberapa waktu lalu kami mendengar kabar adanya pihak Babinsa yang detang ke Mintobasuki untuk mencari informasi masalah bimbel yang dikelola sdr Surwanto dan kajian malam ahad di musholla Utsman bin Affan, karena dianggap ilegal dan bermasalah.

Sehubungan dengan hal itu maka kami merasa perlu juga untuk memberikan informasi yang berimbang. Harapannya dengan banyak informasi akan menjadikan masalahnya menjadi lebih jelas.

Berikut sedikit informasi dari kami sepanjang yang kami ketahui:

1. BIMBEL Tarbiyatul Abna'i. Statusnya adalah bimbel, bukan TK atau pun PAUD, karena untuk mendirikan TK atau PAUD ada persyaratan yang harus dipenuhi. Karena belum memungkinkan kesitu maka statusnya hanya bimbel. Pagi untuk anak-anak pra sekolah, sorenya untuk les anak-anak SD tetangga sekitar. Perijinan selama ini hanya pemberitahuan secara lisan kepada ketua RW. Perlu diketahui bahwa bimbel semacam ini di desa Mintobasuki ada sekitar 5 bimbel. Hanya saja jam kegiatannya sore hari selepas jam belajar di sekolah.
Untuk aktivitas pagi bisa dilihat di sini:

https://youtu.be/yUDcE_wpVyo

Jadi kalau dibilang tidak sepengetahuan warga, tidaklah benar, karena di depan rumah sdr Surwanto terdapat banner tentang bimbel yang dikelola. Memang tidak ada izin secara tertulis ke desa.
Kalau ini dipermasalahkan, maka bimbel-bimbel lain di Mintobasuki harusnya juga ditertibkan melalui perijinan tertulis. Dan kami siap mengikuti prosedur dari desa.

2. Benarkah bimbel ini hanya untuk kalangan sendiri dan tidak terbuka untuk warga sekitar?
Tahun ajaran 2017-2018 lalu jumlah muridnya ada 9 untuk kelas pagi, 6 anak dari para tetangga warga Mintobasuki sisanya dari luar desa kami. Jadi, tidak benar jika bimbel tersebut hanya untuk kalangan sendiri, bukan untuk umum.
Materinya baca tulis arab dan latin ditambah hafalan Al Qur'an.
Sedangkan kelas sore, semua murid dari warga mintobasuki, terlebih tetangga sekitar. Bisa dicek di warga sekitar kebenaran info ini.

3. Sdr Surwanto atau Umar dan kawan-kawan dikatakan tidak mau berinteraksi dengan warga sekitar. Anggapan ini tidak benar, karena setiap ada kegiatan warga sdr Surwanto selalu aktif, baik kerja bakti, ketika ada hajatan tetangga, ketika ada jengukan warga sakit, ketika ada kematian, sdr Surwanto selalu aktif hadir.
Bahkan, dulu beliau ikut dalam Tim Peduli Mintobasuki yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan, yaitu sebuah wadah bagi para relawan desa Mintobasuki yang aktivitasnya menerima sumbangan dan infaq warga untuk di distribusikan ke warga kurang mampu di Mintobasuki. Kebetulan saat itu saya sendiri yang bertindak sebagai penggagas dan pimpinan di Tim tersebut. Hanya saja kegiatan tersebut saat ini berhenti karena banyak anggotanya yang pindah ke luar daerah, termasuk saya. Aktivitas tersebut bisa dibaca di sini:

https://mintobasuki.wordpress.com/2016/12/18/1569/

https://mintobasuki.wordpress.com/2017/01/24/penyaluran-bantuan-peduli-mintobasuki-tahap-tiga/

Perlu diketahui bahwa blog https://mintobasuki.wordpress.com dan https://masminpati.wordpress.com adalah blog pribadi yang saya kelola.

Namun kalau yang dimaksud warga dengan tidak mau berinteraksi dengan warga adalah ketika warga melakukan kegiatan dan kami tidak ikut karena menurut kami berbenturan dengan keyakinan kami, semisal acara sedekah bumi yang dipusatkan dipunden-punden yang dikeramatkan, lalu meminta kepada nama-nama tertentu selain Alloh, atau kami menolak dengan halus ketika ada warga yg mengundang kami menghadiri tahlilan kematian, maka ini benar adanya. Mohon dipahami bahwa yang berkeyakinan seperti ini bukan cuma kami, tapi ormas-ormas besar lain semacam Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, dll pun demikian, dan tidak ada masalah. Sebagaimana mayoritas warga adalah muslim namun jarang ada warga yang mau mengerjakan sholat lima waktu atau puasa di bulan Ramadhan. Sebagaimana hal tersebut tidak dipermasalahkan, maka kiranya apa yang menjadi keyakinan kami juga tidak dipermasalahkan.

4. Tentang aktivitas taklim di Musholla Utsman bin affan.
Perlu diketahui bahwa aktivitas taklim tersebut tidaklah diperuntukkan khusus untuk kalangan sendiri, siapa pun boleh hadir, namun khusus warga Mintobasuki. Pematerinya adik saya sendiri, Maryoto atau Umair. Taklim tersebut sudah berjalan hampir dua tahun, setiap malam Ahad bakda Maghrib s/d Isya. Jika ada kegiatan warga, taklim diliburkan. Karena ini musholla warga, dan kami pun dulu punya andil dalam pembangunannya, maka kami pun merasa berhak untuk ikut memanfaatkannya, apalagi musholla itu sering sepi kecuali di bulan Ramadhan.

Sebagai bentuk keterbukaan kami, maka aktivitas kajian tersebut pernah kami infokan via facebook, karena saya pikir warga desa kami tidak awam lagi dengan smartphone, sehingga mudah bagi mereka untuk mengakses info tersebut. Bisa dilihat di sini:

https://www.facebook.com/groups/muslimmintobasuki/permalink/899348493523613/

https://www.facebook.com/groups/muslimmintobasuki/permalink/860728460718950/

Beberapa rekaman kajian bisa dilihat disini

https://drive.google.com/folderview?id=1AG_4JRqK6yjOs-11lyI9-xZK18YGDI3g

Arsip lainnya disimpan oleh panitia kajian.

Arsip-arsip tersebut perlu kami share dengan harapan jika ada yang mempermasalahkan aktivitas kami bisa dengan mudah merujuk ke rekaman2 tersebut untuk diteliti. Meskipun nantinya ada pihak2 yang tidak puas dengan penjelasan kami.

Adapun kajian rutin tiap malam, itu adalah ngaji belajar baca Al Qur'an untuk para remaja dan dewasa yang sudah tidak lagi usia TPQ. Siapa pun boleh ikut. Sebelumnya ngaji baca Qur'an tersebut saya yang pegang, tempat di Masjid Al Ikhlas Koripan, setelah saya ke solo, selanjutnya saya limpahkan ke sdr Surwanto.

5. Tudingan bahwa kami mengkafirkan orang selain golongan kami, bisa kami jawab, bahwa aliran/ madzhab manapun menyatakan batalnya sholat dibelakang orang kafir. Sedangkan kami bertahun-tahun, bahkan sejak kecil biasa bermakmum kepada siapa pun, tanpa memandang siapa pun yang jadi Imam, baik dalam sholat 5 waktu, sholat jumat, dan sholat2 lainnya. Dan kami juga ikut mensholatkan jenazah warga yg meninggal selama dia muslim. Bisa ditanyakan ke warga sekitar kami. Jika kami mengkafirkan mereka tentu kami tidak akan sholat bermakmum di belakang mereka dan tidak mau ikut mensholatkan jenazah mereka serta tidak akan makan hewan-hewan yang mereka sembelih, karena sembelihan orang kafir adalah haram. Ini berbeda dengan kenyataan yang ada pada kami.

6. Kami penganut sekte sesat? Adalah hak warga untuk menilai apa pun tentang kami. Hanya saja kami selalu membuka diri untuk berdiskusi. Tak ada yang perlu kami tutup-tutupi. Kami sangat berharap warga mau mengklarifikasi ke kami jika dirasa ada tindak-tanduk kami yang menyimpang, namun hampir 20 tahun berlalu tidak pernah ada yang mengklarifikasi ke kami. Padahal banyak fitnah dan tuduhan ke kami. Sehingga terpaksa saya menulis klarifikasi via internet dengan harapan suatu saat nanti ada warga desa kami yg menemukannya lalu membacanya sehingga paham duduk permasalahannya. Klarifikasi tersebut bisa ditemukan di tulisan saya di sini:

https://mintobasuki.wordpress.com/category/opini/

Kami juga berlepas diri dari paham radikal yang ingin merongrong keutuhan NKRI. Sedikit coretan bisa dilihat di sini:

https://mintobasuki.wordpress.com/2015/05/11/mintobasuki-menolak-paham-isis-syiah-liberal-dan-komunis/#more-1129

7. Sebagai info tambahan, bahwa selama ini kami sering dikaitkan dengan isu terorisme oleh warga karena ada penampilan fisik yg sama. Meski seringkali kami menyangkal, namun stigma itu masih disematkan ke kami.
Perlu kami sampaikan bahwa kami tidak ada sangkut pautnya dengan isu terorisme mana pun. Kami mengutuk keras tindak teror di negeri yang aman ini, apalagi dikaitkan dengan ajaran Islam.

Ciri khas ideologi terorisme adalah menganggap Indonesia negeri kafir, jadi siapa pun yang mendukung NKRI dan tidak sepaham dengan mereka adalah kafir dan menjadi musuh mereka, terlebih aparat keamanan.
Padahal dalam keyakinan kami kita harus patuh kepada pemerintah, tidak mencari-cari aib mereka, tidak menentang, tidak melakukan demonstrasi apalagi pemberontakan, dan sabar jika mereka berlaku dzolim kepada kita.

Pada kenyataannya kami meyakini Indonesia adalah negara Islam karena mayoritas warganya beragama Islam. Bahkan kami membina hubungan baik dengan kawan-kawan dari TNI-POLRI, meski tidak banyak.

Jika Bapak ingin tahu lebih banyak lagi tentang bagaimana aqidah dan pemahaman kami bisa search di internet www.radiorodja.com www.kajian.net atau bisa di search di youtube dengan kata kunci "yufid tv", Bapak bisa menemukan ribuan ceramah dari ustadz2 kami.

Intinya, selama ini kami selalu terbuka kepada siapa pun dan tidak ada yang perlu kami tutupi karena kebenaran tidak perlu ditutup-tutupi. Hanya keburukan yang menjadikan pelakunya takut untuk menampakkannya di depan orang.

Demikian sedikit klarifikasi dari kami, jika ada hal lain yang perlu ditanyakan, kami sangat membuka diri demi kebaikan bersama.

Kamis, 17 Mei 2018

Dari Admin

Assalamu 'alaikum,

Apa kabar warga Mintobasuki? Semoga desa kita selalu ASRI, aman, sejahtera, ramah dan Islami.

Karena banyaknya kesibukan Admin, menjadikan blog ini seolah mati suri. Terlebih saat ini anggota kontributor blog rata-rata tinggal di luar desa Mintobasuki. Jadi akses informasi tentang pernak pernik desa kita tercinta nyaris putus. Jadi tidak banyak yang bisa kami share di sini.

Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwa blog ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemerintahan desa Mintobasuki Gabus Pati. Tulisan yang ada di blog ini murni inisiatif, ide, dan uneg-uneg dari para kontributor blog.

Alhamdulillah saat ini kita telah memasuki bulan Romadhon admin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerima seluruh amal ibadah kita selama bulan Romadhon sehingga ketika berakhir Romadhon kita keluar dalam keadaan terampuni dosa-dosa kita. Amin ya robbal alamin.


Salam hormat kami
Admin blog mintobasuki gabus Pati

Rabu, 01 November 2017

Arsip Kajian Musholla Utsman bin Affan Desa Mintobasuki Gabus Pati

Kajian rutin yang dibuka untuk umum bagi warga Mintobasuki pada setiap malam Ahad di Mushalla Utsman bin Affan yang berlokasi di RT 1/2 sudah berlangsung satu tahun lebih. Kajian ini membahas Kitab Shifat Sholat Nabi yang ditulis oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani. Kitab ini sangatlah populer di kalangan para pencari ilmu. Di dalamnya berisi penjelasan tata cara sholat secara rinci berdasarkan hadits-hadits shahih yang telah diverifikasi keabsahannya. Kitab ini telah beberapa kali diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan telah diterbitkan beberapa penerbit di tanah air. Kitab ini telah berkali-kali naik cetak karena permintaan pembaca yang cukup tinggi yang ingin mempelajari tata cara sholat yang benar menurut tuntunan Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam. Dan untuk mendapatkan kitab terjemahan ini pun relatif mudah, bisa didapatkan di toko-toko buku umum maupun toko-toko buku agama Islam di kota Pati.
Judul asli kitab ini dalam bahasa Arab adalah "Shifatu Ash-Sholatin Nabiy -shollallohu 'alaihi wa sallam- minat Takbir ila Taslim kaannaka Taroohu" (Tata Cara Sholat Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- dari Takbir hingga salam seolah-olah engkau melihatnya). Kitab ini sebenarnya merupakan ringkasan dari kitab induknya yang berjudul "Ashlu Shifat SHolatin Nabiy" yang tebalnya sekitar tiga kali dari kitab yang dibahas ini.
Untuk mengetahui arsip rekaman kajian rutin yang biasa dibawakan oleh Sdr Abu Ilyasin ini bisa mengklik tautan berikut:

https://drive.google.com/folderview?id=0BzM7SlMRYJ3RV293ZkdfZE5xNWM

Arsip ini akan selalu diupdate setiap ada rekaman baru.
Terima kasih.

Sabtu, 16 September 2017

Tempat Karaoke di Mintobasuki

Sudah setahun ini warga Mintobasuki diresahkan dengan adanya tempat karaoke yang berkedok warung makan. Beberapa kali warga sekitar sudah menegur pemilik tempat karaoke tersebut namun seolah tidak diindahkan. Bahkan pernah petugas Satpol PP melakukan penggerebekan dan pemilik diminta membuat pernyataan untuk menutup usaha karaoke yang dinilai ilegal tersebut. Beberapa waktu si pemilik jera, namun tidak lama berselang usaha tersebut berjalan lagi.
Berikut beberapa media online yang menurunkan berita seputar rumah karaoke yang meresahkan tersebut.
=============================

Duh, Tempat Karaoke di Mintobasuki Pati Berdekatan dengan Masjid dan TPQ

SEPUTARMURIA.com, GABUS – Tempat karaoke yang berada di Desa Mintobasuki RT 04 RW 03 Kecamatan Gabus berdekatan dengan Masjid dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ). Disamping itu, lokasinya juga berada di samping pemukiman warga, sehingga dapat menganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Rabu, 24 Mei 2017

Menghidupkan Kembali Majelis taklim Mintobasuki


img-20170513-wa0008.jpg
Kajian rutin malam Ahad di Musholla Utsman bin Affan desa Mintobasuki
Diakui maupun tidak, majelis-majelis taklim adalah sarana yang paling efektif untuk mendidik masyarakat guna memperbaiki sisi rohani mereka. Di zaman yang penuh hiruk pikuk seperti sekarang ini, dimana seolah perkembangan tehnologi informasi yang deras tak terbendung memberikan dampak yang beragam bagi masyarakat, baik dampak positif maupun negatif. Banyak kita rasakan pergeseran-pergeseran nilai di tengah masyarakat. Hedonisme, manusia seolah tidak memerlukan Tuhan dalam kehidupannya. Rusaknya akhlak karena krisis kepercayaan terhadap nilai-nilai sakral agama. Materialistik, menganggap bahwa yang real adalah apa yang nampak di depan mata dan bisa diindera sehingga segala upaya dilakukan untuk meraih sesuatu yang dianggap realistik tersebut tanpa memperdulikan lagi batasan-batasan agama maupun nilai-nilai yang diakui di masyarakat. Terjadinya pergaulan bebas dimana orang tua tidak lagi memperdulikan pergaulan lawan jenis anak-anaknya dengan dalih perkembangan zaman. Nilai kesusilaan yang sudah mulai luntur karena setiap hari mereka dijejali berbagai informasi dan tayangan dari budaya barat dan selainnya yang sangat bertentangan dengan budaya ketimuran apalagi tuntunan Islam.

Sabtu, 04 Februari 2017

Banjir Mintobasuki 2017

Hujan deras beberapa hari terakhir mengakibatkan sungai Silugonggo tidak mampu menampung debit air sehingga meluap menggenangi areal dikanan kirinya. Desa Mintobasuki, terutama yang berada di sekitar DAS mengalami dampak yang cukup parah. Dua kawasan yang sudah menjadi langganan banjir yaitu Dukuh Kulonan (RW 2) dan Dukuh Loran (RW 01)sudah mulai terendam sejak hari Sabtu (4/2/2017) lalu. Banjir hampir merata menggenangi dua lokasi ini. Tidak hanya persawahan yang terkena dampaknya, namun juga ruas jalan dan perumahan penduduk juga terkena imbasnya.

Banjir mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi para petani. Tanaman padi yang harusnya sudah bisa dipanen bulan ini akhirnya terendam banjir. Namun sebagian warga tani sudah mulai panen sejak semingguan lalu sehingga tidak terlalu menderita kerugian. Sebagian warga juga sudah ada yang mulai membuat bedengan untuk penyemaian padi, namun akhirnya rusak karena banjir.

Banjir juga mengganggu transportasi warga yang akan keluar rumah. Di beberapa ruas jalan, ketinggian air mencapai lebih 60cm, misalnya di RT 01/02. Akibatnya transportasi pun terganggu. Kendaraan seperti motor atau mobil tidak bisa melewati daerah sini. Untuk mobilitas, warga lebih memilih jalan kaki atau menggunakan perahu. Sedangkan kendaraan biasanya dititipkan ke rumah warga yang cukup aman dari jangkauan banjir.

Banjir juga berdampak bagi kesehatan warga. Air banjir yang keruh mengakibatkan gangguan gatal-gatal terutama di kaki. Sebagian warga juga memanfaatkan air banjir untuk kebutuhan MCK padahal kalau ditilik dari segi kesehatan kurang layak karena banyaknya unsur-unsur pengotor yang turut terlarut dan terbawa banjir.

Berikut foto-foto daerah yang terimbas banjir di desa Mintobasuki.















Selasa, 24 Januari 2017

Penyaluran Bantuan PEDULI MINTOBASUKI Tahap Tiga

PEDULI MINTOBASUKI sebuah program Kegiatan Sosial yang digagas para Netizen desa Mintobasuki untuk memberikan kepedulian kepada warga kurang mampu telah menyalurkan bantuan tahap ke 3 pada 24 Januari 2017. Berikut salinan dari status di Grup Facebook "Mintobasuki Gabus Pati" yang ditulis koordinatornya.





Rekan-rekan Mintobasuki,

Alhamdulillah, kegiatan sosial yg kita gagas bersama via grup medsos yaitu PEDULI MINTOBASUKI sampai saat ini masih berjalan dengan dukungan dari rekan-rekan, baik dukungan materiil maupun moril. Kritik, saran, masukan dan pencerahan agar kegiatan ini bisa tetap eksis dan berjalan efektif sangat kami nantikan dari rekan-rekan semua.

Terhitung sejak Desember 2016 sampai Februari 2017 ini keseluruhan dana yang telah masuk sebanyak: Rp. 2.953.000 dan telah disalurkan Rp 1.353.000, dengan saldo Rp. 1.600.000. Dana yang ada rencananya akan kami salurkan akhir pekan ini.

Saat ini kami membutuhkan informasi dari rekan-rekan di sini jika ada tetangga atau pun famili yang sekiranya kurang mampu dan layak mendapatkan alokasi dana PEDULI MINTOBASUKI, mohon kiranya diinformasikan kepada kami. Data yang masuk akan diseleksi oleh Tim Peduli Mintobasuki terlebih dahulu untuk ditentukan kelayakannya.

Sekedar bahan referensi untuk menentukan warga mampu atau tidak mampu, berikut ini kami copy-kan "14 KRITERIA MISKIN MENURUT STANDAR BPS".

Demikian, dan terima kasih.
==============================

14 KRITERIA MISKIN MENURUT STANDAR BPS

1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang

2. Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan

3. Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/ rumbia/ kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.

4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/ bersama-sama dengan rumah tangga lain.

5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.

6. Sumber air minum berasal dari sumur/ mata air tidak terlindung/ sungai/ air hujan.

7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/ arang/ minyak tanah

8. Hanya mengkonsumsi daging/ susu/ ayam dalam satu kali seminggu.

9. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun.

10. Hanya sanggup makan sebanyak satu/ dua kali dalam sehari

11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/ poliklinik

12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 500m2, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan dan atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan dibawah Rp. 600.000,- per bulan

13. Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga: tidak sekolah/ tidak tamat SD/ tamat SD.

14. Tidak memiliki tabungan/ barang yang mudah dijual dengan minimal Rp. 500.000,- seperti sepeda motor kredit/ non kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.

Jika minimal 9 variabel terpenuhi maka suatu rumah tangga miskin.


========================================

Sahabat Mintobasuki,

Dari harta yang kita kumpulkan, usaha yang kita jalankan, rezeki yang kita dapatkan sesungguhnya ada hak-hak yang harus ditunaikan. Kepada kaum miskin yang kekurangan, orang lemah yang kelaparan, dan anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian tanpa kepedulian kita. Sisihkan sebagian harta yang kita miliki tuk membantu mereka. Sekecil apa pun kontribusi kita, akan sangat besar maknanya bagi mereka. Mari berbagi kebahagiaan, bersama kita peduli Mintobasuki.

Tim Peduli Mintobasuki adalah tim relawan desa Mintobasuki yang independen dan tidak berafiliasi ke pemerintahan desa Mintobasuki dengan misi kemanusian menampung dana dari donatur dan menyalurkannya kepada kaum dhu'afa, anak-anak yatim dan janda-janda miskin yang ada di wilayah desa Mintobasuki. Tim akan melakukan seleksi kepada calon penerima dana untuk memastikan bahwa dana yang kami salurkan tepat sasaran. Dana dialokasikan kepada pihak penerima dalam bentuk kebutuhan pokok agar lebih efektif dan sesuai tujuan.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

Supriyadi (Telp/WA: 085282793261) & Lasmin (Telp/WA: 085273553259)

Donasi dapat ditransfer ke: Bank BRI No Rek 593-5010-142 49533 a.n. MAGI (Mohon konfirmasi ke kami)

Untuk informasi kegiatan TPM silahkan bergabung di grup WA kami dengan mengklik tautan berikut:
https://chat.whatsapp.com/78uB51jxtsp5J6UkpP2Mhp

Foto-foto kegiatas PEDULI MINTOBASUKI





Rabu, 11 Januari 2017

Isu Rumah Karaoke Meresahkan Warga Desa Mintobasuki

Hadirnya tempat karaoke di desa Mintobasuki yang berlokasi di Timur Balai Desa Mintobasuki telah menimbulkan keresahan warga.  Warga menginginkan tempat tersebut ditutup karena dikhawatirkan memberikan pengaruh negatif warga dikemudian hari. Banyak obrolan-obrolan warga seputar kasus ini, dari obrolan ringan di warung makan sampai obrolan di dunia maya. Bapak Kepala Desa secara pribadi telah memberi nasehat kepada pemiliknya yaitu berinisial S untuk menutup saja tempat karaoke tersebut karena telah menimbulkan kasak-kusuk warga. Namun karena beliau mewakili pribadi, saran beliau pun diabaikan.

Pemilik rumah karaoke S sebelumnya telah membuat surat pernyataan bahwa ia akan menutup usahanya tersebut pertanggal 1 Januari 2017. Surat pernyataan bermaterai tersebut telah diterima desa untuk ditindaklanjuti. Namun sampai saat ini rumah karaoke tersebut masih beroperasi dengan mendatangkan pemandu karaoke.

Banyak warga yang merasa geram, namun mereka masih menahan diri. Salah satu obrolan panas di dunia maya, yaitu di grup facebook Pemuda Mintobasuki, yang sebelumnya dipantik dengan postingan sebuah akun anonim yang menyoal keberadaan rumah karaoke tersebut. Sontak postingan tersebut mendapat tanggapan beragam dari para member grup. Semuanya mengungkapkan kekesalannya dengan lokasi tersebut, namun belum ada usaha nyata sampai saat ini belum ada upaya tindak lanjut. Entah atas pertimbangan apa, akhirnya tread diskusi yang lebih dari 100 komentar tersebut dihapus.

Harapannya, ada langkah nyata antara warga dan perangkat desa untuk mengambil tindakan konkrit untuk isu ini karena telah membuat keresahan warga desa Mintobasuki.

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)