*** SELAMAT DATANG *** Ini adalah blog pribadi yang dikelola secara independen oleh Netter desa Mintobasuki kec. Gabus kab. Pati. Blog Mintobasuki Gabus Pati bukanlah blog resmi pemerintahan desa Mintobasuki. Blog ini tidak ada hubungan dalam bentuk apa pun dengan organisasi, kelompok dan kepentingan tertentu di desa Mintobasuki. Artikel-artikel yang disajikan adalah tulisan lepas yang berisi uneg-uneg, ide, pemikiran, opini pribadi penulis dan pernik-pernik terkait desa Mintobasuki.

Area Persawahan di sebelah timur Desa Mintobasuki

Lahan pertanian yang cukup luas membentang di bagian timur desa. Hasil pertanian yang dihasilkan antara lain padi, jagung, kacang-kacangan dan beraneka ragam sayuran.

Kali Tambak untuk sarana irigasi pertanian

Sungai kecil yang membujur di sebelah timur desa yang berhulu di Sungai Silugonggo memiliki arti penting sebagai sarana irigasi.

Pesona desa Mintobasuki

Nuansa alam desa yang nyaman, udara yang segar, pemandangan yang indah menjadikan desa Mintobasuki kian anggun dan menyimpan pesona tersendiri.

Sektor pertanian yang perlu dikembangkan

Mintobasuki memiliki lahan pertanian sekitar 90 Hektar terdiri atas lahan basah dan kering. Oleh karenanya perlu ada upaya yang matang untuk mengembangkan sektor ini. Selain itu, pertanian menjadi mata pencaharian sebagian besar warga Mintobasuki sampai saat ini.

Sarana peribadahan yang cukup memadai

Desa Mintobasuki memiliki 5 Musholla dan 1 Masjid Agung Al-Amin yang saat ini dalam tahap pembangunan. Dengan adanya sarana penunjang yang cukup memadai ini diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan warga dalam beribadah.

Pertanian merupakan mata pencaharian mayoritas warga

Sektor pertanian tetap menjadi mata pencaharian dan primadona bagi masyarakat desa Mintobasuki, meski dengan seiring bertambahnya waktu, profesi dan mata pencaharian warga kian heterogen.

Sektor Perikanan di Mintobasuki

Sungai Silugonggo yang bermuara ke laut utara ternyata memberi berkah tersendiri bagi warga Mintobasuki. Hasil tangkapan ikannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup warga yang berprofesi sebagai nelayan.

Minggu, 02 Juni 2019

Catatan di Penghujung Ramadhan 1440 H

Seseorang yang tidak pernah mencintai tidak akan pernah merasa kehilangan sesuatu yang dicintainya. Seseorang yang tidak pernah mencintai tidak akan pernah merasakan beratnya perpisahan.
Mereka yang tidak pernah mencintai dan berharap tak pernah peduli meski dia datang dan pergi berungkali.
Ramadhan 1440H akan segera berlalu dan kita tidak pernah tau apakah di tahun-tahun mendatang masih ada waktu untuk berjumpa lagi ataukah tidak. Ini adalah hari-hari yang berat bagi para pecinta Ramadhan.

Ada di antara manusia yang tidak peduli dengan bulan ini. Baginya tidak ada beda antara bulan ini dengan bulan-bulan lainnya. Tidak ada istimewanya. Tidak ada amalan-amalan khusus. Tidak ada puasa di siangnya, tak ada sholat di malamnya, tidak ada bacaan Qur'an, tidak ada istighfar...Kemaksiatan yang sudah menjadi kesehariannya tetap berjalan. Tidak ada kecintaan dengan bulan ini justru menjadikannya terbebani. Mereka ini golongan orang-orang fasiq yang telah Alloh cabut kelezatan bertaqarrub kepadaNya. Mereka masuk bulan Ramadhan dan keluar darinya tanpa mendapat ampunan. Na'udzu billah min dzalik.

Ada pula orang-orang yang mengetahui kemuliaan Ramadhan dan keagungannya, mengetahui keutamaannya dari seluruh bulan, mengetahui pahala dan ampunan di dalamnya namun tekad untuk meraih kemulian-kemuliaan tersebut timbul tenggelam, kadang redup kadang membara, terkadang semangat terkadang melemah keinginannya. Mereka ini lebih baik dari kelompok pertama, keutamaan yang didapatkannya seukuran tekad yang hidup di hatinya.

Terakhir, orang-orang yang sejak lama menanti hadirnya bulan Ramadhan bak kekasih yang sedang menanti pujaan hatinya. Dia persiapkan dirinya dengan sebaik-baik persiapan agar ketika datang Ramadhan dia bisa menyambutnya dan menghidangkan hidangan terbaik, dengan puasa, sholat malam, sedekah, istighfar, bacaan Qur'an, i'tikaf, menyambut lailatur Qadar dan amal-amal shalih lainnya. Mereka benar-benar memaksimalkan dirinya mengisi Ramadhan. Mereka inilah para wali-wali Alloh yang diharapkan akan mendapatkan kemuliaan, ampunan dan pahala yang besar tatkala Ramadhan berlalu.

Ada sebuah hadits dari Rasululloh shollallohu 'alaihi wa sallam yang membuat merinding orang-orang yang beriman terkait bulan Ramadhan ini:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم لَمَّا صَعِدَ الْمِنْبَرَ قَالَ: "آمِينَ آمِينَ آمِينَ": فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، عَلَى ماَ أَمَّنْتَ؟ قَالَ: "أَتَانِي جِبْرِيلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُرَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فَقُلْ: آمِينَ. فَقُلْتُ: آمِينَ. ثُمَّ قَالَ: رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ دَخَلَ عَلَيْهِ شَهْرُ رَمَضَانَ ثُمَّ خَرَجَ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، قُلْ: آمِينَ. فَقُلْتُ آمِينَ. ثُمَّ قَالَ: رَغِمَأَنْفُ امْرِئٍ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ، قُلْ: آمِينَ. فَقُلْتُ: آمِينَ"

"Tatkala Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam naik mimbar berkata: "Amiin...Amiin..Amiin". Para sahabat bertanya: Apa yang engkau aminkan wahai Rasululloh?
Beliau bersabda: "Jibril datang kepadaku dan berkata: Wahai Muhammad, celakalah seseorang yang namamu disebutkan di sisinya namun dia tidak bersholawat kepadamu. Katakan 'amiin'. Maka aku pun mengatakan amiin.
Kemudian ia (Jibril) berkata lagi: Celakalah seseorang yang masuk padanya bulan Ramadhan kemudian berakhir namun tidak diampuni dosanya. Katakan amiin. Maka aku pun katakan amiin.
Kemudian ia (Jibril) berkata lagi: Celakalah seseorang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya namun tidak bisa memasukkannya ke surga. Katakan amiin. Maka aku pun katakan amiin". (HR Al-Bazzaar, Muslim dan Ibnu Majah)

Semoga di Ramadhan kali ini Alloh -ta'ala- berkenan menerima amal-amal kebaikan yang kita kerjakan dan mengampuni dosa-dosa kita dan kelak menjadi pemberat timbangan amal kebaikan kita dihadapan Alloh yang menjadi sebab kita dimasukkan surga oleh Alloh ta'ala.

Akhir kata saya berdo'a:
تقبل الله منا و منكم، سيامنا وسيامكم و سائر الأعمال في هذا شهر رمضان و غفر الله لي ولكم ، إنه هو الغفور الرحيم.

Penghujung Ramadhan 1440
Mintobasuki, 3 Juni 2019
Abu Unais

Sabtu, 01 Juni 2019

Kiat Sukses Hidup Bermasyarakat

Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa hidup bermasyarakat itu penuh dinamika. Manusia akan saling berinteraksi satu dengan yang lainnya; baik untuk mendapatkan kemaslahatan bersama atau pun untuk menolak kemudharatan yang tak diinginkan. Tidak jarang pula karena interaksi-interaksi ini menimbulkan gesekan-gesekan yang mengganggu keharmonisan hubungan bermasyarakat. Oleh karenanya untuk menjaga keharmonisan tersebut dibutuhkan 'seni' khusus agar tetap utuh.

Berikut ini di antara kiat-kiat untuk menjaga dan merawat keharmonisan tersebut:

PERTAMA: بذل الندى yaitu sifat kedermawanan dan pemurah. Secara tabiat, manusia menyukai sifat dermawan dan sebaliknya membenci sifat kikir. Dan dermawan tidak mesti dengan harta, tapi bisa juga dengan tenaga, pikiran, kedudukan, jabatan, bahkan dengan memberikan pinjaman hutang kepada orang yang membutuhkan sekali pun.
Kedermawanan adalah cara paling ampuh untuk merekatkan hubungan yang jauh, memadamkan bara api permusuhan, dan menjadikan kita saling mencintai.
Dalam sebuah hadits Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
تَهَادُوا تَحَابُّوا
"Salinglah kalian berkirim hadiah niscaya kalian akan saling mencintai" (HR Bukhari)

Seseorang yang memiliki tenaga dan pikiran bisa mendermakan tenaga dan pikirannya untuk membantu sesama, bisa dengan mengajarkan ilmu, memberikan bimbingan baik dalam urusan Dien maupun dunia,  memberikan saran dan masukan dan lain-lain selama diperlukan.

Demikian dengan jabatan dan kedudukan yang dimiliki seseorang bisa membantu orang lain dalam bentuk rekomendasi atau tazkiyah selama tidak ada unsur kedzoliman dan penipuan.

Bahkan memberikan pinjaman harta kepada orang yang membutuhkan dan memberikan tangguh pelunasan pinjaman adalah bentuk kedermawanan, selama tidak ada unsur-unsur terlarang secara syar'i.

KEDUA: كف الأذى yaitu menjaga diri untuk tidak mengganggu dan menyakiti orang lain. Gangguan disini bisa dengan fisik maupun nonfisik. Gangguan fisik misalnya menyakiti seseorang dengan tangan dan tindakan anarkhis, apakah anarkhis terhadap fisik seseorang secara langsung maupun kepada harta benda orang lain dengan merampas, merusak, mencurinya, dll.

Sedangkan gangguan nonfisik misalnya dengan kata-kata yang bisa menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain baik dengan umpatan, celaan, ghibah, buli, nyinyir, sindiran, fitnah, hoax dll. Terkait hal ini, Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْلِسَانِهِ وَيَدِهِ
"Seorang muslim (sejati ) adalah jika kaum muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya". (HR Bukhari & Muslim)
Dalam hadits lain Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
إن دمائكم و أموالكم و أعراضكم عليكم حرام ،كحرمة يومكم هذا، في شهركم هذا في بلدكم هذا
"Sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian adalah haram, sebagaimana keharaman hari kalian ini (hari tasyrik), di bulan kalian ini (Dzulhijjah) dan negeri ini (tanah haram Makkah)". (HR Bukhari & Muslim)

KETIGA: طلاقة الوجه yaitu wajah yang cerah dan berseri-seri ketika berjumpa dengan orang lain. Wajah yang berseri dan murah senyum itu sendiri adalah pancaran bagusnya akhlak seseorang. Sebaliknya, wajah yang selalu cemberut dan masam menunjukkan sikap yang kurang bersahabat, hati yang keras dan akhlak yang kurang baik.

Senyuman yang tulus tatkala berjumpa bisa memasukkan kebahagiaan di hati orang lain, mengesankan persahabatan yang baik dan kepribadian yang simpatik. Ini semua bisa mencairkan hubungan yang dingin dan membeku sekalipun sehingga hubungan kembali hangat dan mencair, menumbuhkan rasa saling cinta dan membuahkan rasa persaudaraan yang kuat.
Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
"Janganlah kalian meremehkan kebaikan sekecil apa pun meski hanya berwajah ceria ketika bertemu saudaramu" (HR Muslim)

Dan sisi positif lain dari wajah yang ceria adalah diperolehnya pahala, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
تبسمك في وجه أخيك صدقة
"Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah" (HR Tirmidzi).

Demikian sedikit kiat agar kita bisa sukses hidup bermasyarakat.
Allohu a'lam.

***Abu Unais ***

Minggu, 04 November 2018

Kajian Rutin dihentikan Warga

Kabar yang sangat menyedihkan dari kampung kita, desa Mintobasuki Kec Gabus Kab Pati tentang dilarangnya aktivitas taklim di salah satu Musholla desa, tepatnya Musholla Utsman bin Affan dukuh Kulonan RW 02. Pengajian rutin malam ahad bakda maghrib – Isya yang sudah berjalan sekitar 2 tahun yang setiap pertemuannya membahas kitab-kitab ulama klasik itu pun akhirnya tidak bisa dilanjutkan. Pengajian yang dihadiri warga Mintobasuki sekitar 7 sampai 10 orang, menurut Abu Unais diperuntukkan untuk umum warga sekitar, bukan untuk warga dari luar Mintobasuki.

Pelarangan ini berdasarkan permintaan ketua RT 01/02 (Trimo) dan ketua RW 02 (Gendut). Alasan penutupan adalah karena tidak ada izin dari keua RT/RW sekitar dan juga dikhawatirkan menjadi basis aliran Radikal atau ISIS.

Mengenai perijinan, Purwanto (39) tahun akhirnya meminta izin ke ketua RT setempat agar pengajian rutin ini masih bisa berjalan. Sedangkan menurut Abu Unais (37), keharusan meminta izin ke ketua RT adalah alasan yang mengada-ada. “Dulu musholla ini juga dipakai untuk latihan rebanana warga sekitar tanpa izin, kenapa sekarang kita harus izin, padahal kami warga asli sini. Dan pengajian ini juga sifatnya terbuka, siapa pun boleh ikut, mau ikut ngaji boleh, sekedar hadir lalu memberi koreksi terhadap yang disampaikan pemateri juga boleh, sepanjang ilmiah dan bisa diterima secara kaidah ilmu syar'i”. Abu Unais menam bahkan, “Baiklah, sekarang kita minta izin, apakah akan diizinkan? Tentu tidak diizinkan. Padahal dulu kami ini juga ikut andil untuk pendirian mushalla ini”, imbuhnya. “Kalau memang ada warga luar Mintobasuki yang hadir, ya saya kira perlu perizinan karena sudah masuk ke wilayah desa orang lain”.

Tentang tuduhan keterlibatan dengan ISIS Abu Unais menegaskan, “Kami tidak ada sangkutpautnya dengan kelompok radikal manapun apalagi ISIS. Bahkan kami mengecam dengan sekeras-kerasnya setiap bentuk terorisme dan anarkhisme yang mengatasnamakan agama Islam. Saya asli sini, semua warga sini kenal saya, dan saya dituduh pengikut aliran teroris bukan cuma kali ini tapi sudah sejak kasus bom Bali belasan tahun silam. Kalau memang kami terlibat dalam jaringan tersebut, pihak keamanan pasti sudah menangkap saya sejak dulu. Buktinya, saya sekarang masih baik-baik saja. Warga sini ini terlalu berlebihan”.

Pengajian yang dinilai eksklusif oleh sebagian warga ini diisi oleh Ust Umair adik dari Abu Unais. Dulunya dia pernah menempuh pendidikan selama 3 tahun di PP Umar bin Khottob Selokuro, Paciran, Lamongan. Abu Unais membantah tentang isu pengajian eksklusif ini, “Warga sini ini sangat rendah pengetahuan agamanya disamping itu juga malas untuk mendalami agama. Kami sebenarnya membuka kajian ini untuk umum, silahkan, siapa pun boleh ikut. Bahkan pengumuman sudah saya infokan via medsos. Setiap kajian kami rekam, sebagiannya kami upload di internet, lalu linknya kami share. Silahkan, siapa pun bisa mendownload isi kajian tersebut. Semua terbuka, tidak ada yang perlu kami tutup-tutupi. Mau memberikan kritikan ilmiah juga monggo. Mau hadir untuk memata-matai saja juga monggo. Nggak ada yang perlu kami sembunyikan karena kalau kami benar pasti tidak taku-takut untuk terus terang”.

Abu Unais menambahkan, “Jangankan untuk hadir kajian, sholat 5 waktu saja mungkin warga sini masih merasa berat. Ini kenyataan. Silahkan dicek berapa banyak warga sini yang mau sholat 5 waktu di masjid? Ada sepuluh orang sudah bagus. Jadi bukan kami yang eksklusif atau membatasi kajian, cuma memang warga tidak ada yang mau hadir dan yang hadir cuma itu-itu saja. Ini yang menimbulkan kesan eksklusif”.

Taklim ini membahas kitab-kitab berbahasa Arab asli, sampai saat ini sudah ada 2 Kitab yang sedang dibahas. Pertama Kitab shifat sholat Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- yang ditulis syaikh Nashiruddin Al Albani salah seorang Ulama besar kelahiran Yordania yang sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan bisa didapatkan di toko-toko buku utama. Kitab kedua yang masih dibahas adalah At Tahdzib Fi Adilati Matanil Ghoyah wat Taqrib yang ditulis Syaikh Mustafa Dibul Bagha. Kitab ini merupakan kitab madzhab Syafiiyyah.

Jumat, 14 September 2018

Ada Apa dengan Bimbel TA Mintobasuki?

Assalamu 'alaikum wa rahmatullohi wa barakatuh,

Beberapa waktu lalu kami mendengar kabar adanya pihak Babinsa yang detang ke Mintobasuki untuk mencari informasi masalah bimbel yang dikelola sdr Surwanto dan kajian malam ahad di musholla Utsman bin Affan, karena dianggap ilegal dan bermasalah.

Sehubungan dengan hal itu maka kami merasa perlu juga untuk memberikan informasi yang berimbang. Harapannya dengan banyak informasi akan menjadikan masalahnya menjadi lebih jelas.

Berikut sedikit informasi dari kami sepanjang yang kami ketahui:

1. BIMBEL Tarbiyatul Abna'i. Statusnya adalah bimbel, bukan TK atau pun PAUD, karena untuk mendirikan TK atau PAUD ada persyaratan yang harus dipenuhi. Karena belum memungkinkan kesitu maka statusnya hanya bimbel. Pagi untuk anak-anak pra sekolah, sorenya untuk les anak-anak SD tetangga sekitar. Perijinan selama ini hanya pemberitahuan secara lisan kepada ketua RW. Perlu diketahui bahwa bimbel semacam ini di desa Mintobasuki ada sekitar 5 bimbel. Hanya saja jam kegiatannya sore hari selepas jam belajar di sekolah.
Untuk aktivitas pagi bisa dilihat di sini:

https://youtu.be/yUDcE_wpVyo

Jadi kalau dibilang tidak sepengetahuan warga, tidaklah benar, karena di depan rumah sdr Surwanto terdapat banner tentang bimbel yang dikelola. Memang tidak ada izin secara tertulis ke desa.
Kalau ini dipermasalahkan, maka bimbel-bimbel lain di Mintobasuki harusnya juga ditertibkan melalui perijinan tertulis. Dan kami siap mengikuti prosedur dari desa.

2. Benarkah bimbel ini hanya untuk kalangan sendiri dan tidak terbuka untuk warga sekitar?
Tahun ajaran 2017-2018 lalu jumlah muridnya ada 9 untuk kelas pagi, 6 anak dari para tetangga warga Mintobasuki sisanya dari luar desa kami. Jadi, tidak benar jika bimbel tersebut hanya untuk kalangan sendiri, bukan untuk umum.
Materinya baca tulis arab dan latin ditambah hafalan Al Qur'an.
Sedangkan kelas sore, semua murid dari warga mintobasuki, terlebih tetangga sekitar. Bisa dicek di warga sekitar kebenaran info ini.

3. Sdr Surwanto atau Umar dan kawan-kawan dikatakan tidak mau berinteraksi dengan warga sekitar. Anggapan ini tidak benar, karena setiap ada kegiatan warga sdr Surwanto selalu aktif, baik kerja bakti, ketika ada hajatan tetangga, ketika ada jengukan warga sakit, ketika ada kematian, sdr Surwanto selalu aktif hadir.
Bahkan, dulu beliau ikut dalam Tim Peduli Mintobasuki yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan, yaitu sebuah wadah bagi para relawan desa Mintobasuki yang aktivitasnya menerima sumbangan dan infaq warga untuk di distribusikan ke warga kurang mampu di Mintobasuki. Kebetulan saat itu saya sendiri yang bertindak sebagai penggagas dan pimpinan di Tim tersebut. Hanya saja kegiatan tersebut saat ini berhenti karena banyak anggotanya yang pindah ke luar daerah, termasuk saya. Aktivitas tersebut bisa dibaca di sini:

https://mintobasuki.wordpress.com/2016/12/18/1569/

https://mintobasuki.wordpress.com/2017/01/24/penyaluran-bantuan-peduli-mintobasuki-tahap-tiga/

Perlu diketahui bahwa blog https://mintobasuki.wordpress.com dan https://masminpati.wordpress.com adalah blog pribadi yang saya kelola.

Namun kalau yang dimaksud warga dengan tidak mau berinteraksi dengan warga adalah ketika warga melakukan kegiatan dan kami tidak ikut karena menurut kami berbenturan dengan keyakinan kami, semisal acara sedekah bumi yang dipusatkan dipunden-punden yang dikeramatkan, lalu meminta kepada nama-nama tertentu selain Alloh, atau kami menolak dengan halus ketika ada warga yg mengundang kami menghadiri tahlilan kematian, maka ini benar adanya. Mohon dipahami bahwa yang berkeyakinan seperti ini bukan cuma kami, tapi ormas-ormas besar lain semacam Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, dll pun demikian, dan tidak ada masalah. Sebagaimana mayoritas warga adalah muslim namun jarang ada warga yang mau mengerjakan sholat lima waktu atau puasa di bulan Ramadhan. Sebagaimana hal tersebut tidak dipermasalahkan, maka kiranya apa yang menjadi keyakinan kami juga tidak dipermasalahkan.

4. Tentang aktivitas taklim di Musholla Utsman bin affan.
Perlu diketahui bahwa aktivitas taklim tersebut tidaklah diperuntukkan khusus untuk kalangan sendiri, siapa pun boleh hadir, namun khusus warga Mintobasuki. Pematerinya adik saya sendiri, Maryoto atau Umair. Taklim tersebut sudah berjalan hampir dua tahun, setiap malam Ahad bakda Maghrib s/d Isya. Jika ada kegiatan warga, taklim diliburkan. Karena ini musholla warga, dan kami pun dulu punya andil dalam pembangunannya, maka kami pun merasa berhak untuk ikut memanfaatkannya, apalagi musholla itu sering sepi kecuali di bulan Ramadhan.

Sebagai bentuk keterbukaan kami, maka aktivitas kajian tersebut pernah kami infokan via facebook, karena saya pikir warga desa kami tidak awam lagi dengan smartphone, sehingga mudah bagi mereka untuk mengakses info tersebut. Bisa dilihat di sini:

https://www.facebook.com/groups/muslimmintobasuki/permalink/899348493523613/

https://www.facebook.com/groups/muslimmintobasuki/permalink/860728460718950/

Beberapa rekaman kajian bisa dilihat disini

https://drive.google.com/folderview?id=1AG_4JRqK6yjOs-11lyI9-xZK18YGDI3g

Arsip lainnya disimpan oleh panitia kajian.

Arsip-arsip tersebut perlu kami share dengan harapan jika ada yang mempermasalahkan aktivitas kami bisa dengan mudah merujuk ke rekaman2 tersebut untuk diteliti. Meskipun nantinya ada pihak2 yang tidak puas dengan penjelasan kami.

Adapun kajian rutin tiap malam, itu adalah ngaji belajar baca Al Qur'an untuk para remaja dan dewasa yang sudah tidak lagi usia TPQ. Siapa pun boleh ikut. Sebelumnya ngaji baca Qur'an tersebut saya yang pegang, tempat di Masjid Al Ikhlas Koripan, setelah saya ke solo, selanjutnya saya limpahkan ke sdr Surwanto.

5. Tudingan bahwa kami mengkafirkan orang selain golongan kami, bisa kami jawab, bahwa aliran/ madzhab manapun menyatakan batalnya sholat dibelakang orang kafir. Sedangkan kami bertahun-tahun, bahkan sejak kecil biasa bermakmum kepada siapa pun, tanpa memandang siapa pun yang jadi Imam, baik dalam sholat 5 waktu, sholat jumat, dan sholat2 lainnya. Dan kami juga ikut mensholatkan jenazah warga yg meninggal selama dia muslim. Bisa ditanyakan ke warga sekitar kami. Jika kami mengkafirkan mereka tentu kami tidak akan sholat bermakmum di belakang mereka dan tidak mau ikut mensholatkan jenazah mereka serta tidak akan makan hewan-hewan yang mereka sembelih, karena sembelihan orang kafir adalah haram. Ini berbeda dengan kenyataan yang ada pada kami.

6. Kami penganut sekte sesat? Adalah hak warga untuk menilai apa pun tentang kami. Hanya saja kami selalu membuka diri untuk berdiskusi. Tak ada yang perlu kami tutup-tutupi. Kami sangat berharap warga mau mengklarifikasi ke kami jika dirasa ada tindak-tanduk kami yang menyimpang, namun hampir 20 tahun berlalu tidak pernah ada yang mengklarifikasi ke kami. Padahal banyak fitnah dan tuduhan ke kami. Sehingga terpaksa saya menulis klarifikasi via internet dengan harapan suatu saat nanti ada warga desa kami yg menemukannya lalu membacanya sehingga paham duduk permasalahannya. Klarifikasi tersebut bisa ditemukan di tulisan saya di sini:

https://mintobasuki.wordpress.com/category/opini/

Kami juga berlepas diri dari paham radikal yang ingin merongrong keutuhan NKRI. Sedikit coretan bisa dilihat di sini:

https://mintobasuki.wordpress.com/2015/05/11/mintobasuki-menolak-paham-isis-syiah-liberal-dan-komunis/#more-1129

7. Sebagai info tambahan, bahwa selama ini kami sering dikaitkan dengan isu terorisme oleh warga karena ada penampilan fisik yg sama. Meski seringkali kami menyangkal, namun stigma itu masih disematkan ke kami.
Perlu kami sampaikan bahwa kami tidak ada sangkut pautnya dengan isu terorisme mana pun. Kami mengutuk keras tindak teror di negeri yang aman ini, apalagi dikaitkan dengan ajaran Islam.

Ciri khas ideologi terorisme adalah menganggap Indonesia negeri kafir, jadi siapa pun yang mendukung NKRI dan tidak sepaham dengan mereka adalah kafir dan menjadi musuh mereka, terlebih aparat keamanan.
Padahal dalam keyakinan kami kita harus patuh kepada pemerintah, tidak mencari-cari aib mereka, tidak menentang, tidak melakukan demonstrasi apalagi pemberontakan, dan sabar jika mereka berlaku dzolim kepada kita.

Pada kenyataannya kami meyakini Indonesia adalah negara Islam karena mayoritas warganya beragama Islam. Bahkan kami membina hubungan baik dengan kawan-kawan dari TNI-POLRI, meski tidak banyak.

Jika Bapak ingin tahu lebih banyak lagi tentang bagaimana aqidah dan pemahaman kami bisa search di internet www.radiorodja.com www.kajian.net atau bisa di search di youtube dengan kata kunci "yufid tv", Bapak bisa menemukan ribuan ceramah dari ustadz2 kami.

Intinya, selama ini kami selalu terbuka kepada siapa pun dan tidak ada yang perlu kami tutupi karena kebenaran tidak perlu ditutup-tutupi. Hanya keburukan yang menjadikan pelakunya takut untuk menampakkannya di depan orang.

Demikian sedikit klarifikasi dari kami, jika ada hal lain yang perlu ditanyakan, kami sangat membuka diri demi kebaikan bersama.

Kamis, 17 Mei 2018

Dari Admin

Assalamu 'alaikum,

Apa kabar warga Mintobasuki? Semoga desa kita selalu ASRI, aman, sejahtera, ramah dan Islami.

Karena banyaknya kesibukan Admin, menjadikan blog ini seolah mati suri. Terlebih saat ini anggota kontributor blog rata-rata tinggal di luar desa Mintobasuki. Jadi akses informasi tentang pernak pernik desa kita tercinta nyaris putus. Jadi tidak banyak yang bisa kami share di sini.

Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwa blog ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemerintahan desa Mintobasuki Gabus Pati. Tulisan yang ada di blog ini murni inisiatif, ide, dan uneg-uneg dari para kontributor blog.

Alhamdulillah saat ini kita telah memasuki bulan Romadhon admin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerima seluruh amal ibadah kita selama bulan Romadhon sehingga ketika berakhir Romadhon kita keluar dalam keadaan terampuni dosa-dosa kita. Amin ya robbal alamin.


Salam hormat kami
Admin blog mintobasuki gabus Pati

Rabu, 01 November 2017

Arsip Kajian Musholla Utsman bin Affan Desa Mintobasuki Gabus Pati

Kajian rutin yang dibuka untuk umum bagi warga Mintobasuki pada setiap malam Ahad di Mushalla Utsman bin Affan yang berlokasi di RT 1/2 sudah berlangsung satu tahun lebih. Kajian ini membahas Kitab Shifat Sholat Nabi yang ditulis oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani. Kitab ini sangatlah populer di kalangan para pencari ilmu. Di dalamnya berisi penjelasan tata cara sholat secara rinci berdasarkan hadits-hadits shahih yang telah diverifikasi keabsahannya. Kitab ini telah beberapa kali diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan telah diterbitkan beberapa penerbit di tanah air. Kitab ini telah berkali-kali naik cetak karena permintaan pembaca yang cukup tinggi yang ingin mempelajari tata cara sholat yang benar menurut tuntunan Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam. Dan untuk mendapatkan kitab terjemahan ini pun relatif mudah, bisa didapatkan di toko-toko buku umum maupun toko-toko buku agama Islam di kota Pati.
Judul asli kitab ini dalam bahasa Arab adalah "Shifatu Ash-Sholatin Nabiy -shollallohu 'alaihi wa sallam- minat Takbir ila Taslim kaannaka Taroohu" (Tata Cara Sholat Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- dari Takbir hingga salam seolah-olah engkau melihatnya). Kitab ini sebenarnya merupakan ringkasan dari kitab induknya yang berjudul "Ashlu Shifat SHolatin Nabiy" yang tebalnya sekitar tiga kali dari kitab yang dibahas ini.
Untuk mengetahui arsip rekaman kajian rutin yang biasa dibawakan oleh Sdr Abu Ilyasin ini bisa mengklik tautan berikut:

https://drive.google.com/folderview?id=0BzM7SlMRYJ3RV293ZkdfZE5xNWM

Arsip ini akan selalu diupdate setiap ada rekaman baru.
Terima kasih.

Sabtu, 16 September 2017

Tempat Karaoke di Mintobasuki

Sudah setahun ini warga Mintobasuki diresahkan dengan adanya tempat karaoke yang berkedok warung makan. Beberapa kali warga sekitar sudah menegur pemilik tempat karaoke tersebut namun seolah tidak diindahkan. Bahkan pernah petugas Satpol PP melakukan penggerebekan dan pemilik diminta membuat pernyataan untuk menutup usaha karaoke yang dinilai ilegal tersebut. Beberapa waktu si pemilik jera, namun tidak lama berselang usaha tersebut berjalan lagi.
Berikut beberapa media online yang menurunkan berita seputar rumah karaoke yang meresahkan tersebut.
=============================

Duh, Tempat Karaoke di Mintobasuki Pati Berdekatan dengan Masjid dan TPQ

SEPUTARMURIA.com, GABUS – Tempat karaoke yang berada di Desa Mintobasuki RT 04 RW 03 Kecamatan Gabus berdekatan dengan Masjid dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ). Disamping itu, lokasinya juga berada di samping pemukiman warga, sehingga dapat menganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Rabu, 24 Mei 2017

Menghidupkan Kembali Majelis taklim Mintobasuki


img-20170513-wa0008.jpg
Kajian rutin malam Ahad di Musholla Utsman bin Affan desa Mintobasuki
Diakui maupun tidak, majelis-majelis taklim adalah sarana yang paling efektif untuk mendidik masyarakat guna memperbaiki sisi rohani mereka. Di zaman yang penuh hiruk pikuk seperti sekarang ini, dimana seolah perkembangan tehnologi informasi yang deras tak terbendung memberikan dampak yang beragam bagi masyarakat, baik dampak positif maupun negatif. Banyak kita rasakan pergeseran-pergeseran nilai di tengah masyarakat. Hedonisme, manusia seolah tidak memerlukan Tuhan dalam kehidupannya. Rusaknya akhlak karena krisis kepercayaan terhadap nilai-nilai sakral agama. Materialistik, menganggap bahwa yang real adalah apa yang nampak di depan mata dan bisa diindera sehingga segala upaya dilakukan untuk meraih sesuatu yang dianggap realistik tersebut tanpa memperdulikan lagi batasan-batasan agama maupun nilai-nilai yang diakui di masyarakat. Terjadinya pergaulan bebas dimana orang tua tidak lagi memperdulikan pergaulan lawan jenis anak-anaknya dengan dalih perkembangan zaman. Nilai kesusilaan yang sudah mulai luntur karena setiap hari mereka dijejali berbagai informasi dan tayangan dari budaya barat dan selainnya yang sangat bertentangan dengan budaya ketimuran apalagi tuntunan Islam.

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)