Area Persawahan di sebelah timur Desa Mintobasuki
Lahan pertanian yang cukup luas membentang di bagian timur desa. Hasil pertanian yang dihasilkan antara lain padi, jagung, kacang-kacangan dan beraneka ragam sayuran.
Kali Tambak untuk sarana irigasi pertanian
Sungai kecil yang membujur di sebelah timur desa yang berhulu di Sungai Silugonggo memiliki arti penting sebagai sarana irigasi.
Pesona desa Mintobasuki
Nuansa alam desa yang nyaman, udara yang segar, pemandangan yang indah menjadikan desa Mintobasuki kian anggun dan menyimpan pesona tersendiri.
Sektor pertanian yang perlu dikembangkan
Mintobasuki memiliki lahan pertanian sekitar 90 Hektar terdiri atas lahan basah dan kering. Oleh karenanya perlu ada upaya yang matang untuk mengembangkan sektor ini. Selain itu, pertanian menjadi mata pencaharian sebagian besar warga Mintobasuki sampai saat ini.
Sarana peribadahan yang cukup memadai
Desa Mintobasuki memiliki 5 Musholla dan 1 Masjid Agung Al-Amin yang saat ini dalam tahap pembangunan. Dengan adanya sarana penunjang yang cukup memadai ini diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan warga dalam beribadah.
Pertanian merupakan mata pencaharian mayoritas warga
Sektor pertanian tetap menjadi mata pencaharian dan primadona bagi masyarakat desa Mintobasuki, meski dengan seiring bertambahnya waktu, profesi dan mata pencaharian warga kian heterogen.
Sektor Perikanan di Mintobasuki
Sungai Silugonggo yang bermuara ke laut utara ternyata memberi berkah tersendiri bagi warga Mintobasuki. Hasil tangkapan ikannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup warga yang berprofesi sebagai nelayan.
Minggu, 13 November 2016
Kerja Bakti Pengecoran Masjid Agung Al-Amin
Senin, 11 April 2016
Desa Mintobasuki Desa Idaman
Setiap kita sah-sah saja merancang harapan indah itu menurut perspektif masing-masing. Mimpi-mimpi untuk mewujudkan desa yang menjadi idaman bagi penghuninya. Demikian pula harapan kami bahwa desa ini menjadi desa yang ASRI. Desa yang Aman, Sejahtera, Ramah dan Islami.
Aman dan rasa aman adalah sesuatu yang sangat penting dan harus ada untuk mengawali segala aktivitas kita. Tanpa rasa aman sangat sulit untuk bisa mewujudkan harapan-harapan kita. Tentu kita masih ingat histori masa penjajahan dulu dimana rasa aman tercabut dari kehidupan kita dan berganti rasa takut dan khawatir. Ancaman setiap waktu bisa saja datang, tidak hanya menghancurkan harta kita, tidak hanya menumpahkan darah kita tapi juga bisa mencabut nyawa kita. Betapa banyak air mata yang tertumpah, darah yang mengalir dan jiwa yang binasa demi untuk mewujudkan keamanan ini.
Keamanan adalah sesuatu yang mahal, yang mesti kita jaga dan kita syukuri sebelum kita melangkah pada tahapan-tahapan pembangunan selanjutnya.
Sejahtera. Setelah kita memiliki modal keamanan yang kuat, barulah kita bisa mewujudkan pembangunan yang telah kita susun tahap demi tahapnya. Pembangunan mestilah efektif dan efisien, jelas target yang akan diraih untuk mewujudkan kesejahteraan bersama, bukan untuk memuaskan kepentingan elit tertentu. Titik final yang hendak dicapai oleh setiap proses pembangunan di sektor apa pun ujung-ujungnya adalah untuk peningkatan kesejahteraan bersama. Pembangunan tidaklah mesti diukur dari sesuatu yang sifatnya fisik. Peningkatan pendapatan, kesehatan yang lebih baik, perekonomian yang stabil, pendidikan yang layak dan pelayanan yang manusiawi adalah diantara hasil-hasil pencapaian pembangunan.
Inilah harapan kita, mewujudkan kesejahteraan, dari tingkat individu, keluarga hingga masyarakat.
Ramah. Karakter utama warga desa sekaligus ciri khas bangsa kita adalah keramah-tamahan penduduknya. Keramahan yang bisa dimaknai sikap kelembutan terhadap sesama, murah senyum, saling sapa, kepedulian terhadap sesama, menjaga hubungan, memahami perasaan orang lain dan saling tolong menolong adalah karakter bawaan yang diturunkan oleh nenek moyang kita. Dengan sikap terpuji yang masih melekat di setiap pribadi kita ini merupakan modal yang kuat untuk mewujudkan kerukunan, ketentraman, dan kerjasama yang baik antar warga dalam menyelesaikan segala permasalahan yang timbul di desa. Meski, sebagian kita sudah mulai meninggalkan sifat ini karena tergerus oleh derasnya arus informasi yang mengimpor berbagai budaya barat yang lebih eksklusif dan individualis yang mengintervensi budaya kita yang luhur.
Islami. Keramahtamahan bangsa kita inilah yang mempermudah masuknya ajaran Islam Indonesia. Sehingga tidak heran jika dalam waktu yang tidak lama para da'i dari Timur Tengah yang dikirim ke Jawa kala itu mampu mendakwahi masyarakat yang mayoritas masih menganut agama pagan (penyembahan berhala, animisme dan dinamisme) tanpa terjadi konflik yang berarti. Dan Alhamdulillah sampai saat ini kita lahir sebagai seorang muslim dan tinggal di tengah-tengah komunitas kaum muslimin.
Islam adalah way of life, jalan hidup yang akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan dan keselamatan yang hakiki baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Kita meyakini bahwa Islam lah satu-satunya agama yang benar di sisi Alloh, agama yang diterima oleh Alloh, dan Alloh tidak akan menerima agama apa pun selain Islam. Ini adalah keyakinan yang mesti kita tancapkan ke dada-dada kita dan kita tanamkan ke dalam sanubari anak cucu kita kelak.
Islam bukan hanya agama yang menjadi media bagi hablum minalloh (hubungan vertikal manusia dengan tuhannya) tapi juga menjadi pedoman bagi terciptanya hablum minannas (hubungan sesama manusia) yang harmonis. Islam membawa nilai-nilai kebenaran yang universal dalam kaitannya hablum minannas ini. Apa pun ajaran islam yang terkait muamalah sesama manusia akan cocok, pas dan selalu sempurna jika diaplikasikan. Bahkan hukum-hukum Islam memiliki jangkauan kedepan yang lebih jauh dalam melihat segala persoalan yang hadir di tengah-tengah manusia dari pada hukum-hukum buatan manusia itu sendiri yang sering kali perlu dilakuan revisi dan review.
Islam akan selalu sesuai di setiap waktu, di setiap tempat dan setiap kondisi. islam memberikan petunjuk dan solusi-solusi yang lebih mencakup dalam segala dimensi yang melampau apa yang dipikirkan manusia itu sendiri dalam melakukan problem solving.
Oleh karenanya, perlu kita bangga dengan Islam kita. Kebanggaan yang bukan kosong belaka akan tetapi dibuktikan dalam tindakan nyata dengan mempelajari dan mentadaburinya, mengamalkan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan. mengajarkan dan mendidik diri kita, keluarga kita dan anak keturunan kita dengan pendidikan islam, serta bersabar dan tabah dalam menghadapi konsekwensi dan resiko yang mungkin saja timbul dari upaya dakwah tersebut.
Ketika kita sudah berusaha mengamalkan islam dengan baik, insya Alloh- pertolongan Alloh akan turun kepada kita, Jika tidak diberikannya saat ini tentu akan diberikan-Nya kelak jika kita menghadapNya.
Inilah empat point penting yang selalu menjadi harapan indah kami untuk desa ini. Semoga bisa terwujud Mintobasuki menjadi desa ASRI (Aman Sejahtera Ramah dan Islami).
Kamis, 31 Maret 2016
Hujan Deras, Jalanan Dukuh Kulonan Tergenang Air
Hujan
deras yang turun sejak dini hari tadi menjadikan sebagian ruas jalan RT
02/RW 02 yang berlokasi di Dukuh Kulonan tergenang air. Meskipun tidak
terlalu parah akan tetapi cukup mengganggu kenyamanan pemakai jalan.
Bukan cuma ruas jalan saja yang tergenang, bahkan area persawahan warga
juga banyak yang tergenang. Jika air tidak secepatnya surut bisa
mengakibatkan tanaman padi petani menjadi busuk dan mati yang berakibat
kerugian bagi warga tani. Genangan setinggi sekitar 20 cm ini diduga
karena saluran air menuju sungai Silugonggo yang terhambat. Hambatan
disebabkan karena beberapa ruas jalan yang ditinggikan dengan sistem
gorong-gorong untuk pengaliran arus air yang tidak mampu mengatasi
luapan air dengan cepat. Hal inilah yang mengakibatkan beberapa ruas
jalan akhirnya tergenang air, terlebih di lokasi dengan sistem drainase
kurang bagus. Meski, biasanya banjir dadakan seperti ini tidak lama,
jika aliran air menuju Silugonggo lancar banjir pun cepat surut.Belakangan ini dana perbaikan infrastruktur desa memang banyak dialokasikan untuk perbaikan jalan, terlebih pembuatan talud atau tanggul tepi jalan. Selama ini proyek perbaikan jalan lebih banyak pada pengerasan jalan namun kurang memperhatikan talud jalan, akibatnya banyak jalan yang telah dibangun tidak bisa bertahan lama dan terjadi longsor karena tidak ada sistem talud yang melindungi dan memperkuat.
Berikut foto banjir di dukuh Kulonan

Rabu, 23 Desember 2015
Proyek Rehap Ringan SD Mintobasuki 02
Senin
pagi tanggal 19 Oktober yang lalu pihak SD Mintobasuki 02 mengundang
seluruh wali murid untuk menghadiri rapat membahas rencana rehabilitasi
ringan 3 lokal bangunan sekolah. Menurut kepala sekolah SD Mintobasuki
02 Ibu Tutik Darmiasih, S.Pd, dana yang ada merupakan dana stimulan dari
pemerintah dalam hal ini dana DAK DIKDAS (Dana Alokasi Khusus
Pendidikan Dasar) sebesar Rp. 154.086.000;. Dana ini diperuntukkan untuk
mengganti atap bangunan sekolah dari asbes menjadi genteng tanah.Rehabilitasi meliputi pembongkaran atap asbes, meninggikan sekitar 1,5 m, pembelian kayu dan pemasangan genting. Mengingat keterbatasan dana yang ada maka wali murid bersepakat untuk menambal kekurangan dana sekitar 12 juta yang diperuntukkan untuk menguliti dinding dan pengecatan. Setiap wali murid diminta kerelaannya untuk memberikan sumbangan 100 ribu rupiah untuk melengkapi kekurangan tersebut. Disamping itu, setiap wali murid juga diminta untuk memberikan sumbangan snack secara bergilir bagi pekerja.
Pekerjaan yang dimulai sejak tanggal 19 Oktober yang lalu telah selesai pada tanggal 19 Desember sampai tahap finishing sesuai dengan rencana. Kini tiga lokal kelas ini pun sudah nampak lebih rapi dan bersih dan sudah siap difungsikan sebagai sarana belajar mengajar. Atap dari asbes pun telah diganti dengan atap genting tanah yang lebih sehat dan aman untuk para murid.
Berikut foto sekolah sebelum dan sesudah renovasi.

Sebagaimana diketahui bahwa atap asbes yang ada sekarang bisa berdampak negatif bagi kesehatan dalam jangka panjang. Apabila partikel-partikel kecil asbes terhirup manusia bisa mengakibatkan penyakit paru-paru asbestosis sampai kanker paru. Sebenarnya proses pembongkaran asbes lama yang sudah rapuh lebih berbahaya dari pada pemasangan baru sebab asbes tua yang rapuh lebih mudah pecah dan debunya berhamburan dan rentan terhirup. Serat asbes yang terhirup akan menetap di pleura paru-paru dalam jangka waktu lama. Gejala awal infeksi adalah sesak nafas karena jaringan paru-paru mulai menebal dan menegang. Lama-lama keluhan yang dirasakan adalah sulit bernafas hingga kematian. (lau)















